JAKARTA, kilasbidik.co.id – Di tengah gempuran budaya pop dan era digital yang serba cepat, upaya pelestarian seni tradisional terus digencarkan. Hal ini terlihat nyata dalam pagelaran Festival Tari Topeng Nusantara yang digelar akhir pekan ini di pelataran Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta.

Acara tahunan ini sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Festival ini menampilkan puluhan sanggar tari dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Tari Topeng Cirebon, Tari Topeng Malangan, hingga Tari Bali.

Setiap tarian tidak hanya menonjolkan keindahan gerak koreografi, tetapi juga membawa narasi filosofis tentang karakter manusia, mulai dari keserakahan, kebijaksanaan, hingga jenaka.

“Tari topeng bukan sekadar pertunjukan estetika. Di balik setiap guratan topeng yang dipakai penari, terdapat nilai spiritual dan sejarah panjang masyarakat nusantara yang harus terus diwariskan,” ujar salah satu kurator seni yang hadir dalam acara tersebut.

Tingginya antusiasme generasi muda yang turut serta sebagai penari maupun penonton menjadi angin segar bagi kelestarian budaya bangsa.

Pemerintah daerah setempat berjanji akan terus menjadikan festival ini sebagai agenda pariwisata unggulan yang tidak hanya menggerakkan ekonomi kreatif, tetapi juga mengukuhkan identitas budaya nasional.